Jumat, 11 April 2014

TUGAS 2 PEREKONOMIAN INDONESIA


  1. Gambarkan dengan skema dan jelaskan hubungan 3 pelaku ekonomi pokok dalam Perekonomian Indonesia ?



  •   Pemerintah ( BUMN ) 
  1. Pemerintah Sebagai Pelaku Kegiatan Ekonomi
Peran pemerintah sebagai pelaku kegiatan ekonomi berarti pemerintah melakukan kegiatan konsumsi, produksi , dan distribusi .

a. Kegiatan Produksi 

Pemerintah dalam menjalankan perannya sebagai pelaku ekonomi , mendirikan perusahaan negara atau di sebut Badan Usaha Milik Negara (BUMN) . BUMN ikut berperan dalam menghasilkan barang atau jasa yang di perlukan dalam rangka mewujudkan sebesar - besarnya kemakmuran rakyat. . Pelaksanaan peran BUMN tersebut di wujudkan dalam kegiatan usaha hampir di seluruh sektor pervkonomian seperti sektor pertanian , perkebunan , kehutanan, manufaktur , pertambangan, keuangan , pos, telekomunikasi , transportasi, listrik, industri, dan perdagangan serta kontruksi. 


b.  Kegiatan Konsumsi

Pemerintah juga membutuhkan barang dan jasa untuk menjalankan tugasnya, seperti halnya ketika ketika menjalankan tugasnya dalam rangka melayani masyarakat , yaitu mengadakan pembangunan gedung - gedung sekolah , rumah sakit atau jalan raya , tentunya pemerintah akan membutuhkan bahan-bahan bangunan seperti semen, pasir , aspal, dan sebagainya . contoh lain membeli barang-barang untuk administrasi pemerintahan , menggaji pegawai-pegawai pemerintah , dan sebainya.

c.  Kegiatan Distribusi 

Kegiatan distribusi yang di lakukan pemerintah dalam rangka menyalurkan barang-barang yang telah di produksi oleh perusahan - perusahaan negara kepada masyarakat  . misalnya menyalurkan bahan pokok seperti BULOG. 

      2.   Pemerintah Sebagai Pengatur Kegiatan Ekonomi

Pemerintah juga berperan dalam merencanakan , membimbing , dan mengrahkan terhadap jalannya roda perekonomian demi tercapainya tujuan pembangunan nasional.

  •   Swasta (BUMS)

BUMS merupakan badan usaha yang di dirikan dan dimiliki oleh pihak swasta . BUMS didirikan dalam rangka ikut mengelola sumber daya alam indonesia , namun dalam p
elaksanaanya tidak boleh bertentangan dngan peraturan pemerintah dan UUD 1945.

  •  Koperasi 
Badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi , sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan 

      2. Apa yang di maksud dengan Free Fight Liberalisme , Etatisme, Monopoli ?

  •   Free Fight Liberalisme
Liberalisme merupakan sebuah aliran ketata negaraan dan ekonomi yang menghendaki demokrasi dan kebebasan berusaha dan berniaga (pemerintah tidak boleh turut campur ). Liberalisme yaitu suatu ideologi dan ajaran tentang negara , ekonomi dan masyarakat yanga mengharapkan kemajuan dalam bidang budaya , hukum dan ekonomi dan tata kemasyarakatan atas dasar kebebasan individu yang dapat mengembangkan bakat dan kemampuannya sebebas mungkin. 

  •  Etatisme
 Etatisme adalah suatu paham dalam pemikiran polotik yang menjadikan negara sebagai pusat segala kekuasaan . Negara adalah sumbu yang menggerakan seluruh elemen politik dalam suatu jalinan rasional , yang di kontrol secara ketat dengan menggunakan instrumen kekuasaan.

  •  Monopoli 
Monopoli adalah suatu penguasaan pasar yang dilakukan olh seseorang atau perusahaan atau badan untuk 
menguasai penawaran pasar ( penjualan produk barang atau jasa di pasaran ) yang di tunjukan kepada para pelangganya.
  

  • Mengapa di dalam perekonomian indonesia k-3 hal tersebut tidak di izinkan , jelaskan          pendapat saudara ?

Di dalam negara indonesia mengapa hal tersebut tidak di izinkan karena tidak sesuai dengan norma-norma adat yang ada di indonesia bertentangan pula dengan norma agama . seperti Liberalisme akan berdampak kerusuhan dan kebebasan setiap individu yang dapat menimbulkan konflik karena kebebasan yang bisa berunsur negatif bukan hanya itu pengaruh liberalisme terdapat di berbagai sektor antaranya sektor politik , bidang ekonomi yang mengakibatkan perdagangan bebas serta menolak campur tangan pemerintah dan sektor di bidang agama di tandai kebebasan beragama bagi setiap individu untuk memeluk agama tertetu dan di bidang sosial di tandai dengan adanya emansipasi wanita . Dan Etatisme tidak sesuai dengan jalinan suatu kenegaraan karena suatu negara di kuasai hanya untuk kepentingan politik dan di kekang dan di kontrol secara ketat , negara tidak bisa mengendalikan kepetingn kenegaraan secara bebas karena adanya unsur pengendalian . Dan unsur Monopoli penguasaan pasar akan di kuasai sebagian pihak saja yang menyebabkan usaha-usaha kecil lainnya kesusahan untuk menjual barangnya dan memasuki pasar , biasanya produk yang di jual tidak memiliki barang pengganti sehingga jika harga tidak sesuai dengan masyarakat bisa jadi masyarakat di rugikan dengan hal tersebut karna pihak tersebut telah menguasai pasar . Menggunakan kebebasan yang bertanggung jawab serta mengikuti peraturan yang berlaku sehingga kebebasan tersebut berdampak positif bagi diri sendiri, orang lain , masyarakat, bangsa dan negara.



























































































































































 


        























    Kamis, 06 Maret 2014

    Tugas 1. PEREKONOMIAN INDONESIA

    1. Apa yang anda ketahui tentang investasi ?

    Jawab :

    Investasi sering juga disebut penanaman modal atau pembentukan modal. Investasi dapat diartikan sebagai pengeluaran penanam-penanam modal atau perusahaan untuk membeli barang-barang modal atau perlengkapan-perlengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi barang-barang dan jasa-jasa yang tersedia dalam perekonomian. Jadi sebuah pengeluaran dapat dikatakan sebagai investasi jika ditujukan untuk meningkatkan kemampuan produksi. Investasi merupakan hal yang penting dalam perekonomian.

    2. Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat investasi dalam perekonomian suatu Negara ? 

    Jawab :

    I. Pengaruh Nilai Tukar

     Secara teoritis dampak perubahan tingkat / nilai tukar dengan investasi bersifat uncertainty (tidak pasti). Shikawa (1994), mengatakan pengaruh tingkat kurs yang berubah pada investasi dapat langsung lewat beberapa saluran, perubahan kurs tersebut akan berpengaruh pada dua saluran, sisi permintaan dan sisi penawaran domestik. Dalam jangka pendek, penurunan tingkat nilai tukar akan mengurangi investasi melalui pengaruh negatifnya pada absorbsi domestik atau yang dikenal dengan expenditure reducing effect. Karena penurunan tingkat kurs ini akan menyebabkan nilai riil aset masyarakat yang disebabkan kenaikan tingkat harga-harga secara umum dan selanjutnya akan menurunkan permintaan domestik masyarakat. Gejala diatas pada tingkat perusahaan akan direspon dengan penurunan pada pengeluaran / alokasi modal pada investasi.

    Pada sisi penawaran, pengaruh aspek pengalihan pengeluaran (expenditure switching) akan perubahan tingkat kurs pada investasi relatif tidak menentu. Penurunan nilai tukar mata uang domestik akan menaikkan produk-produk impor yang diukur dengan mata uang domestik dan dengan demikian akan meningkatkan harga barang-barang yang diperdagangkan / barang-barang ekspor (traded goods) relatif terhadap barang-barang yang tidak diperdagangkan (non traded goods), sehingga didapatkan kenyataan nilai tukar mata uang domestik akan mendorong ekspansi investasi pada barang-barang perdagangan tersebut.

    II. Pengaruh Tingkat Suku Bunga

    Tingkat bunga mempunyai pengaruh yang signifikan pada dorongan untuk berinvestasi. Pada kegiatan produksi, pengolahan barang-barang modal atau bahan baku produksi memerlukan modal (input) lain untuk menghasilkan output / barang final.

    III. Pengaruh Tingkat Inflasi

    Tingkat inflasi berpengaruh negatif pada tingkat investasi hal ini disebabkan karena tingkat inflasi yang tinggi akan meningkatkan resiko proyek-proyek investasi dan dalam jangka panjang inflasi yang tinggi dapat mengurangi rata-rata masa jatuh pinjam modal serta menimbulkan distrosi informasi tentang harga-harga relatif. Disamping itu menurut Greene dan Pillanueva (1991), tingkat inflasi yang tinggi sering dinyatakan sebagai ukuran ketidakstabilan roda ekonomi makro dan suatu ketidakmampuan pemerintah dalam mengendalikan kebijakan ekonomi makro.
     Di Indonesia kenaikan tingkat inflasi yang cukup besar biasanya akan diikuti dengan kenaikan tingkat suku bunga perbankan. Dapat dipahami, dalam upayanya menurunkan tingkat  inflasi yang membumbung, pemerintah sering menggunakan kebijakan moneter uang ketat (tigh money policy). Dengan demikian tingkat inflasi domestik juga berpengaruh pada investasi secara tidak langsung melalui pengaruhnya pada tingkat bunga domestik. 

    IV. Pengaruh Infrastruktur

    Seperti dilakukan banyak negara di dunia, pemerintah mengundang investor guna berpartisipasi menanamkan modalnya di sektor-sektor infrastruktur, seperti jalan tol, sumber energi listrik, sumber daya air, pelabuhan, dan lain-lain. Partisipasi tersebut dapat berupa pembiayaan dalam mata uang rupiah atau mata uang asing. Melihat perkembangan makro-ekonomi saat ini, terutama memperhatikan kecenderungan penurunan tingkat bunga.
    Pembangunan kembali infrastruktur tampaknya menjadi satu alternatif pilihan yang dapat diambil oleh pemerintah dalam rangka menanggulangi krisis. Pembangunan infrastruktur akan menyerap banyak tenaga kerja yang selanjutnya akan berpengaruh pada meningkatnya gairah ekonomi masyarakat. Dengan infrastruktur yang memadai, efisiensi yang dicapai oleh dunia usaha akan makin besar dan investasi yang didapat semakin meningkat.

    V. Pengeluaran Pemerintah

    Pengeluaran pemerintah disini adalah meliputi semua pembelian barang dan jasa yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Pemerintah sebagai salah satu pelaku ekonomi yang memiliki tujuan untuk mendukung kegiatan roda perekonomian agar berjalan lebih baik dan bersemangat. Peran pemerintah seperti dikemukakan oleh Keynes sering kali diperlukan untuk mendorong pertumbuhan perekonomian. 

    3. Di dalam suatu Negara, terutama di Negara yang sedang berkembang modal merupakan salah satu syarat utama dalam mencapai kemajuan ekonomi !!

    Jawab :
    Modal adalah suatu hal yang penting untuk membangun suatu Negara karena dengan adanya modal bisa membentuk suatu Negara. Dengan sumber daya alam , teknologi, SDM bisa menjadi suatu modal yang penting untuk membangun suatu Negara. Dengan adanya modal yang baik dan pengelolaan yang baik bisa membangun suatu perekonomian di Negara yang sedang berkembang menjadi Negara maju. Bukan hanya dalam suatu Negara modal di gunakan di semua sector perekonomian untuk mencapai kemajuan perekonomian.

    Sumber : 
    http://titorifkidarmawan.blogspot.com/2012/04/faktor-yang-mempengaruhi-investasi.html
    http://www.ut.ac.id/html/suplemen/espa4210/espa4210a/pengertian%20dasar%20investasi.htm